Welcome Guest! Silakan Sign In untuk membeli buku secara online. Pelanggan Baru? Sign Up disini

INDONESIA : Habis Gelap Terbitlah Terang (Kisah Inspiratif Dahlan Iskan)

Penerbit : B-first (mizan Group)
Penulis : Ishadi S. K.
ISBN : 9786028864442
Halaman : 206
Harga : 39,500.00 33,575.00 (Anda hemat 5,925.00)
stdClass Object
(
    [uid] => 24625
    [code] => 280911-0891622
    [name] => INDONESIA : Habis Gelap Terbitlah Terang (Kisah Inspiratif Dahlan Iskan)
    [price] => 33575.0000
    [market_price] => 39500.0000
    [status] => publ
    [description] => 

Seorang lulusan Pesantren Sabilil Muttaqien di Magetan menjadi wartawan pertama yang diangkat sebagai Direktur Utama BUMN oleh presiden?

Dialah Dahlan Iskan!
Sosok man of action. Usai dilantik sebagai direktur utama PLN, lewat program 1 Juta Sambungan dalam 1 Hari, permasalahan listrik selama 65 tahun berhasil dipecahkan hanya dalam satu tahun kepemimpinan.

Sosok sederhana dengan ide cemerlang. Prinsip hidup—fokus; mengandalkan pengalaman, intuisi, dan feeling—membawanya pada konsep pengalihan pemakaian BBM ke gas, yang berarti efisiensi pengeluaran negara.

Sosok progresif sekaligus nyeleneh. Si Raja Koran dari Surabaya—yang memiliki 190 koran local dan 34 televisi local, percetakan, bisnis listrik dan perkebunan—itu, berinisiatif menandatangani penyataan untuk meninggalkan semua bisnisnya demi focus pada PLN. Bahkan, tanpa pernah menjelaskan alasannya, dia tidak pernah mengambil gaji dan fasilitas lainnya sebagai direktur utama PLN.

[options] => [tag] => [ccy] => [listed_on] => 2011-09-23 00:00:00 [stock_status] => rs )

Descriptions

Seorang lulusan Pesantren Sabilil Muttaqien di Magetan menjadi wartawan pertama yang diangkat sebagai Direktur Utama BUMN oleh presiden?

Dialah Dahlan Iskan!
Sosok man of action. Usai dilantik sebagai direktur utama PLN, lewat program 1 Juta Sambungan dalam 1 Hari, permasalahan listrik selama 65 tahun berhasil dipecahkan hanya dalam satu tahun kepemimpinan.

Sosok sederhana dengan ide cemerlang. Prinsip hidup—fokus; mengandalkan pengalaman, intuisi, dan feeling—membawanya pada konsep pengalihan pemakaian BBM ke gas, yang berarti efisiensi pengeluaran negara.

Sosok progresif sekaligus nyeleneh. Si Raja Koran dari Surabaya—yang memiliki 190 koran local dan 34 televisi local, percetakan, bisnis listrik dan perkebunan—itu, berinisiatif menandatangani penyataan untuk meninggalkan semua bisnisnya demi focus pada PLN. Bahkan, tanpa pernah menjelaskan alasannya, dia tidak pernah mengambil gaji dan fasilitas lainnya sebagai direktur utama PLN.